Halo sahabat selamat datang di website sejarahnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 3) oleh - sejarahnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 3)

 

  1. Keterlibatan orang-orang indo-belanda dalam pergerakan nsional Indonesia dapat dilihat pada organisasi …
    1. Budi Utomo
    2. Serikat Islam
    3. Pertai Nasional Indonesia
    4. Indische Partij
    5. Gabungan Politik Indonesia

  2. Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905 sebagai salah satu katalisator bangkitnya bangsa Indonesia untuk berjuang. Hal ini dibuktikan dengan munculnya orgaisasi yang bersifat politik pada tahun 1912, yaitu …
    1. Budi Utomo
    2. Serikat Islam
    3. Serikat Dagang Islam
    4. Indische Partij
    5. Indische Sosia Demokratie Verenegung (IDSV)

  3. Pada tanggal 8 Maret 1942 tentara Belanda menyerah tanpa syarat ke pada tentara pendukung Jepang di Kalijati. Sejak saaat itu Belanda kehilangan kekuasaannya atas Indonesia. Tentara pendudukan Jepang bermarkas di tiga tempat, yaitu…
    1. Jakarta , Surabaya, Ambon
    2. Jakarta, Bukittinggi, Makasar
    3. Jakarta, Ambon, Bukittinggi
    4. Surabaya, Jakarta, Makasara
    5. Jakarta, Ambon, Balikpapan

  1. Untuk keperluan propaganda, pemerintah pendudukan jepang membentuk satu lembaga sebagai pusat kebudayaan, yaitu …
    1. Sendenbu
    2. Hodokan
    3. Kaikyo Seinen Teishintai
    4. Fujinkai
    5. Keimin Bunka Shidosho

  2. Pada masa pendudukan di Indonesia, Jepang berkepentingan untuk merangkul golongan nasionalis sekuler dan intelektual Indonesia dalam membantu usahanya menghadapi perang melawan sekutu. Untuk itu Jepang membentuk suatu organisasi yang bernama …
    1. PUTERA
    2. Seinendan
    3. Keibondan
    4. PETA
    5. Heiho

  3. Organisasi semi militer bentukan Jepang yang dikenal sebagai barisan pemuda adalah…
    1. Seinendan
    2. Gakukotai
    3. Syuisintai
    4. Keibodan
    5. Fujinkai

  1. Yang dimaksud dengan konsep Hakko I Chi â€" U oleh Jepang untuk mengelabui konsep imperialismenya adalah …
    1. Keluarga dalam satu genggaman
    2. Dunia dalam satu keluarga
    3. Jepang untuk Asia
    4. Asia adalah satu keluarga
    5. Keluarga besar Asia untuk Dunia

  2. Propaganda Pemerintah Jepang di Indonesia dikenal dengan Gerakan Tiga â€" A. Pada tahun 1943, gerakan ini diubah menjadi PUTERA dan beranggotakan tokoh-tokoh dibawah ini, Kecuali …
    1. Soekarno
    2. Ki Hajar Dewantara
    3. Ki Haji Mas Mansyur
    4. Muhammad Yamin
    5. Muhammad Hatta

  3. Usaha awal Jepang untuk membendung gerakan nasionalisme di Indonesia adalah dengan …
    1. Menangkap semua tokoh pergerakan
    2. Mengajak kerjasama dengan semua tokoh perjuangan oergerakan nasional
    3. Melarang rapat-rapat dan membubarkan semua perkumpulan
    4. Menindas setiap gerakan yang melawan Jepang
    5. Membentuk organisasi baru untuk kepantingan Jepang

  4. Masa penjajahan Jepang merupakan puncak penderitaan bangsa Indonesia. Namun penderitaan ini melahirkan nasionalisme dan rasa persaudaraan yang kuat, karena …
    1. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi
    2. Rakyat merasa senasib sepenanggungan
    3. Dilarangnnya bahasa Belanda
    4. Rakyat makn sadar akan ketidaktulusan Jepang sebagai saudara tua
    5. Tergeraknya pergerakan nasional

 

Sekian dulu ya Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 3), silahkan lihat bagian lainnya ya.
Terimakasih 🙂

Itulah tadi informasi dari daftar judi online mengenai Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 3) oleh - sejarahnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website sejarahnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Materi TWK SKD : Pancasila dan Lambang Negara oleh - sejarahnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

A. Ideologi

 

Ideologi merupakan istilah yang berasal dari Yunani. Terdiri dari dua kata, idea dan logi. Idea artinya melihat (idean), dan logi berasal dari kata logos yang berarti pengetahuan atau teori. Dengan demikian dapat diartikan bahwa ideologi adalah hasil penemuan dalam pikiran yang berupa pengetahuan atau teori. Ideologi dapat pula diartikan sebagai suatu kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas, pendapat (kejadian) yang memberikan arah tujuan untuk kelangsungan hidup.

 

1. Jenis-Jenis Ideologi yang Ada Pada Umumnya

  1. Liberalisme
    Memiliki konsep kebebasan individual, artinya kesetaraan bagi semua anggota masyarakat. Hak individu tidak boleh dicampuri oleh Negara.
  2. Sosialisme
    Menganggap bahwa manusia adalah makhluk kreatif, sehingga untuk mencapai kebahagiaan harus melalui kerjasama. Hak milik untuk pribadi dibatasi. Agama harus mendorong keberamaan. Peran Negara untuk pemerataan keadilan.
  3. Fundamentalisme
    Menetapkan agama sebagai hukum politik dalam dunia modern.
  4. Marxisme (Komunisme)
    Mengutamakan kebersamaan individu. Hak pribadi tidak diakui. Prinsip utama adalah meterialisme yang menyangkal adanya jiwa rohani dan Tuhan. Biasanya cirinya adanya satu partai, tidak ada golongan dalam masyarakat. Bersifat otoriter dan monopoli.
  5. Nasionalisme
    Tidak membedakan ras, suku bangsa mementingkan persatuan diatas individu.

 

2. Jenis Norma

  1. Norma Agama
    Peraturan yang diciptakan Tuhan bersumber dari kitab suci.
  2. Norma Kesusilaan
    Peraturan yang dianggap sebagai suara hati manusia. Aturan hidup tentang perilaku baik dan buruk berdasarkan kebenaran dan keadilan.
  3. Norma Kesopanan
    Peraturan yang dibuat oleh agama dan adat. Menghubungkan manusia terhadap manusia di sekitarnya.
  4. Norma Hukum
    Peraturan yang dibuat oleh penguasa Negara / lembaga adat. Bersifat memaksa dan mengikat.
 

3. Ciri â€" ciri ideologi

  1. Ideologi Terbuka:
    • Merupakan kekayaan rohani, moral dan
    • Tidak diciptakan Negara tapi ditemukan dalam masyarakat itu sendiri
    • Menghargai pluralitas sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas
    • Bersifat tidak mutlak (fleksibel)
    • Isinya tidak langsung Operasional

  2. Ideologi Tertutup
    • Bukan merupakan cita-cita masyarakat
    • Memaksakan ideologi, ideologi diciptakan oleh penguasa
    • Bersifat totaliter (mencakup semua bidang)
    • HAM tidak dihormati
    • Isinya langsung operasional dan orgriter serta tuntutan konkret dan total
    • Pluralisme pandangan dan kebudayaan ditiadakan. Bidang informasi dikuasai dan pendidikan dibatasi. Karena itu merupakan sarana efektif untuk menguasai perilaku masyarakat

 

 

B. Pancasila

 

1. Arti kata Pancasila

Kata atau istilah Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Panca yang berarti Lima dan Sila yang berarti Dasar atau Asas. Secara harfiah, pancasila itu diartikan sebagai dasar yang memiliki lima unsur. Pancasila merupakan istilah yang dipopulerkan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya disidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945, yang untuk selanjutnya ditetapkan sebagai hari lahirnya pancasila.

 

2. Sejarah Lahirnya Pancasila

  1. Perumusan konseptualisasi Pancasila dimulai pada masa persidangan pertama BPUPKI tanggal 29 Mei-1 Juni 1945.
  2. Hasil sidang pertama BPUPKI:
    • Yamin (29 Mei 1945)
      • Peri kebangsaan
      • Peri kemanusiaan
      • Peri ketuhanan
      • Peri kerakyatan
      • Kesejahteraan rakyat
    • Dr.Supomo (31 Mei 1945)
      • Persatuan
      • Kekeluargaan
      • Keseimbangan lahir batin
      • Musyawarah
      • Keadilan rakyat
    • soekarno (1 Juni 1945)
      • Kebangsaan Indonesia
      • Internasionalisme dan kemanusiaan
      • Mufakat dan demokrasi
      • Kesejahteraan social
      • Ketuhanan yang Maha Esa
  3. Sejarah sila-sila dalam Pancasila
    • Istilah Pancasila pada mulanya diajukan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya saat sidang BPUPKI. Ia menyampaikan rumusan lima prinsip dasar negara pada 1 Juni 1945 yang diberi nama “Pancasila”.
    • Rumusan Pancasila dibahas oleh Panitia Delapan yang dibentuk BPUPKI untuk menampung usul dari anggota lain.
    • Ir. Soekarno membentuk Panitia Sembilan untuk menyelidiki usul-usul mengenai perumusan dasar negara yang melahirkan konsep rancangan Pembukaan UUD 1945 yang disetujui pada 22 Juni 1945 dan diberi nama:
      • Oleh Soekarno : Mukaddimah
      • Oleh Yamin : Piagam Jakarta
      • Oleh Sukiman Wirjosandjojo : Gentlemen’s Agreement
    • Sebelum Piagam Jakarta disahkan menjadi pancasila ada beberapa hal yang diubah oleh PPKI, yaitu:
      • Sila “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya” diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
      • Syarat yang menyebutkan bahwa “presiden Indonesia harus orang Islam” diubah menjadi “presiden Indonesia harus orang Indonesia asli” (Pasal 6 ayat 1 UUD 1945).
    • Fase pengesahan dilakukan tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang menghasilkan rumusan final Pancasila yang mengikat secara konstitusional dalam kehidupan bernegara.
    • Secara historis, ada tiga rumusan dasar negara yang diberi nama Pancasila, yaitu:
      • Rumusan konsep Ir. Soekarno yang disampaikan pada pidato tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI.
      • Rumusan oleh Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945.
      • Rumusan pada pembukaan UUD 1945 yang disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
 

3. Nilai dalam Pancasila

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
    • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
    • Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
    • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
    • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
    • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
    • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
    • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
    • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  3. Persatuan Indonesia
    • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
    • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
    • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
    • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
    • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
    • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
    • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
    • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
    • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
    • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
    • Menghormati hak orang lain.
    • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
    • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
 

4. Asal â€" Usul Pancasila

  1. Causa materialis (asal mula bahan)
    Berasal dari bangsa Indonesia sendiri, terdapat dalam adat kebiasaan, kebudayaan dan dalam agama-agamanya.
  2. Causa formalis (asal mula bentuk atau bangun)
    Bagaimana Pancasila itu dibentuk rumusannya sebagaimana terdapat pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam hal ini BPUPKI memiliki peran yang sangat menentukan.
  3. Causa efisien (asal mula karya)
    Asal mula yang meningkatkan Pancasila dari calon dasar negara menjadi Pancasila yang sah sebagai dasar negara. Asal mula karya dalam hal ini adalah PPKI.
 

5. Kedudukan Pancasila

Kedudukan Pancasila

Arti

Dasar negara (Falsafah negara)

Sebagai dasar dalam mengatur pemerintahan negara dan penyelenggaraan negara. Kedudukan Pancasila sebagai dasar.

Kepribadian bangsa Indonesia

Sikap mental dan tingkah laku bangsa Indonesia yang mempunyai ciri khas.

Pandangan hidup (way of life)

Menjadi petunjuk arah seluruh kegiatan kehidupan dalam berbagai bidang kehidupan guna mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia

Cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai bangsa Indonesia yaitu suatu masyarakat yang punya jiwa Pancasila.

Perjanjian luhur bangsa Indonesia

Kesepakatan dan perjanjian serta konsensus bangsa Indonesia sebagai dasar negara.

Ideologi negara

Gagasan fundamental mengenai bagaimana hidup bernegara milik seluruh bangsa indonesia bukan ideologi milik negara atau rezim tertentu.

Sumber dari Segala Sumber Hukum

Asal, tempat setiap pembentuk hukum di Indonesia mengambil atau menimba unsur-unsur dasar yang diperlukan untuk tugasnya itu, dan merupakan tempat untuk menemukan ketentuan-ketentuan yang akan menjadi sisi dari peraturan hukum yang akan di buat.

Jiwa bangsa indonesia

Lahirnya pancasila bersamaan dengan adanya bangsa indonesia.

 

 

6. Arti Makna dari Lambang Negara


pancasila dan lambangnya

Bagian- Bagian di Burung Garuda

Makna

Warna kuning emas

Bangsa yang besar dan berjiwa sejati

Kepala Burung Garuda yang menoleh ke kanan

Dianggap arah yang baik.

Dianggap arah yang baik.

Melambangkan    dinamika    dan    semangat    untuk menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara.

Jumlah Bulu pada Burung Garuda

Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:

  1. Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
  2. Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
  3. Jumlah    bulu    dibawah    perisai/pangkal ekor berjumlah 19
  4. Jumlah bulu pada leher berjumlah 45

Bhinneka Tunggal Ika

Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Itulah tadi informasi dari situs judi online mengenai Materi TWK SKD : Pancasila dan Lambang Negara oleh - sejarahnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website sejarahnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 30 Bank Soal TIU SKD : Bahasa Indonesia oleh - sejarahnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

30 Bank Soal TIU SKD : Bahasa Indonesia

 

  1. Berbagai suku bangsa yang berbeda dapat saling berkomunikasi dengan satu bahasa yang dapat dipahami bersama yaitu bahasa Indonesia, tanpa menghilangkan identitas kesukuan dan kesetiaannya pada nilai-nilai sosial budaya serta bahasa daerahnya.
    Pernyataan di atas menyatakan fungsi bahasa Indonesia sebagai…
    1. Lambang kebanggaan kebangsaaan
    2. Lambang identitas nasional
    3. Alat pemersatu berbagai suku bangsa
    4. Alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya

  2. Di samping bendera dan Negara Indonesia yang kita junjng tinggi sebagai bagian dari identitas RI, bahasa Indonesia pun merupakan unsure identitas bangsa yang harus dijunjung tinggi pula. Pernyataan di atas menyatakan fungsi bahasa Indonesia sebagai…
    1. Lambang kebanggaan kebangsaan
    2. Lambang identitas nasional
    3. Alat pemersatu berbagai suku bangsa
    4. Alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya

  3. Pada upacara-upacara resmi seperti memperingati hari ulang tahun kemerdekaan, Pembina upacara berpidato dengan menggunakan bahasa Indonesia.
    Pernyataan di atas menunjukkan fungsi bahasa Indonesia sebagai…
    1. Bahasa resmi kenegaraan
    2. Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
    3. Alat kepentingan pembangunan nasional
    4. Alat pengembangan kebudayaan

  4. Yang dimaksud dengan kegiatan surat-menyurat, yaitu…
    1. Kegiatan berkomunikasi dengan alat surat
    2. Kegiatan berkomunikasi dengan alat telegram
    3. Kegiatan berkomunikasi dengan alat faksimile
    4. Kegiatan berkomunikasi dengan alat telepon

  5. Penyajian buku pelajaran, penulisan buku atau penerjemahan, dilakukan dalam bahasa Indonesia.
    Pernyataan di atas menunjukkan fungsi bahasa Indonesia sebagai…
    1. Bahasa resmi kenegaraan
    2. Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
    3. Alat kepentingan pembangunan nasikonal
    4. Alat pengembangan kebudayaan

  6. Semua pernyataan di bawah ini merupakan fungsi surat, kecuali…
    1. Alat/sarana komunikasi tertulis
    2. Bukti tertulis yang mempunyai kekuatan hukum
    3. Bukti historis
    4. Duta masyarakat

  7. Akta jual beli, surat wasiat, surat perjanjian, dsb, menduduki fungsi-fungsi sebagai berikut, kecuali…
    1. Bukti sarana komunikasi tertulis
    2. Bukti tertulis yang mempunyai hukum tetap
    3. Bukti histori
    4. Bukti pedoman kerja lembaga

  8. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas dan eksplisit, agar…
    1. Penerima dapat memahami isinya dengan tepat dan cepat
    2. Penerima tertarik dengan surat tersebut
    3. Penerima ingin cepat membalasnya
    4. Penerima merasa senang

  9. Yang dimaksud dengan eksplisit pada pernyataan nomor 8, ialah…
    1. Tidak tercantum tetapi jelas maksudnya
    2. Tercantum dan jelas maksudnya
    3. Tercantum tetapi tidak jelas maksudnya
    4. Tidak tercantum dan tidak jelas maksudnya

  10. Bahasa Indonesia yang baku tidak digunakan dalam…
    1. Surat resmi
    2. Surat keputusan
    3. Surat pribadi
    4. Surat lamaran kerja

  11. Penulisan tanggal surat yang benar adalah…
    1. Jakarta, 24-11-2004
    2. Jakarta, 24 November
    3. Jakarta, 24-November 2004
    4. Jakarta, 24 November 2004

  12. Penulisan alamat surat yang benar adalah…
    1. Yth. Kepala SMU BPI 3
      Jalan Burangrang 8
      BANDUNG
    2. Yth. Sdr. Kepala SMU BPI 3
      Jalan Burangrang 8
      Bandung
    3. Yth. Sdr. Kepala SMU BPI 3
      Jalan Burangrang 8
      Bandung
    4. Bapak Kepala SMU BPI 3
      Jalan Burangrang 8,
      Bandung.

  13. Penulisan perihal surat yang benar adalah…
    1. Perihal: Permohonan Bantuan Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia dan Sejarah.
    2. Perihal: Permohonan bantuan tenaga pengajar bahasa Indonesia dan Sejarah.
    3. Perihal: Permohonan bantuan tenaga pengajar bahasa Indonesia dan sejarah
    4. Perihal: Permohonan Bantuan Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia dan Sejarah

  14. Penulisan salam pembuka yang benar adalah…
    1. Dengan Hormat
    2. Dengan hormat,
    3. Dengan hormat
    4. Dengan Hormat,

  15. Bentuk yang benar dari pernyataan berikut adalah…
    1. Surat saudara kami sudah terima dengan baik.
    2. Surat Saudara kami sudah terima dengan baik.
    3. Surat Saudara sudah kami terima dengan baik.
    4. Surat saudara sudah kami terima dengan baik.

  16. Penulisan nama gelar yang benar adalah…
    1. Dr. Surya Sumantri SH
    2. Dr. Surya Sumantri, SH.
    3. Prof Dr Surya Sumantri H.
    4. Dr. Surya Sumantri, S.H.

  17. Penulisan NIP yang benar adalah…
    1. NOP: 090 004 105
    2. NIP 090004105
    3. NIP. 090 004 105
    4. NIP. 09004105

  18. Pernyataan yang benar adalah…
    1. Dengan ini kami beritahukan kepada Saudara bahwa Ujian Dinas TK.II akan diselenggarakan dari tangga 24 s.d. 26 November 2004.
    2. Dengan ini kami beritahukan kepada Saudara bahwa Ujian dinas TK.II akan diselenggarakan dari tangga 24 s.d. 26 November 2004.
    3. Dengan ini kami beritahukan kepada saudara bahwa ujian dinas TK.II akan diselenggarakan dari tangga 24 s.d. 26 November 2004.
    4. Dengan ini kami beritahukan kepada saudara bahwa Ujian Dinas TK.II akan diselenggarakan dari tangga 24 s.d. 26 November 2004.

  19. Ucapan terima kasih yang benar adalah…
    1. Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya.
    2. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadirannya.
    3. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Saudara.
    4. Kami menghaturkan terima kasih atas kehadiran Saudara.

  20. Contoh kalimat efektif di bawah ini adalah…
    1. Saudara tinggal membubuhkan tanda tangan pada surat tersebut.
    2. Saudara tinggal mencantumkan tanda tangan pada surat tersebut.
    3. Saudara tinggal menandatangani surat tersebut.
    4. Saudara tinggal menandatangankan surat tersebut.

  21. Contoh kelompok kata yang efektif ialah…
    1. Menjelaskan mengenai masalah itu
    2. Menjelaskan daripada masalah itu
    3. Menjelaskan sehubungan masalah itu
    4. Menjelaskan masalah itu

  22. Contoh penulisan kelompok kata yang benar…
    1. Dari pada
    2. Menindaklanjuti
    3. Menanda tangani
    4. Bertandatangan

  23. Penulisan kata yang baku terdapat dalam kalimat…
    1. Kami sudah mengetrapkan peraturan itu sebagaimana mestinya.
    2. Kami sudah menterapkan peraturan itu sebagaimana mestinya.
    3. Kami sudah menerapkan peraturan itu sebagaimana mestinya.
    4. Kami sudah mentrapkan peraturan itu sebagaimana mestinya.

  24. Bentuk yang benar…
    1. Sebagai bahan pertimbangan Bapak, bersama ini saya lampirkan…
    2. Sebagai bahan pertimbangan Bapak, dengan ini saya lampirkan…
    3. Sebagai bahan pertimbangan Bapak, bersama ini saya sertakan…
    4. Sebagai bahan pertimbangan Bapak, dengan ini saya sertakan…

  25. Penulisan tembusan yang disarankan…
    1. Tembusan:
      Disampaikan kepada Yth.:
      1. Kepala kanwil Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Barat;
      2. Pertinggal.
    2.  Tembusan:
      1. Bapak Kepala kanwil Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Barat;
      2. Pertinggal.
    3.  Tembusan:
      1. Yth. Bapak Kepala kanwil Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Barat.;
      2. Pertinggal.
    4.  Tembusan:
      1. Kepala kanwil Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Barat.;
      2. Pertinggal.

  26. Penulisan nomor surat yang benar,…
    1. Nomor: 866/Kanwil/TU/Kp.01.02/VII/04
    2. Nomor: 866/Kanwil/TU/Kp.01.02/VII/04.
    3. Nomor: 866/Kanwil/TU/Kp.01.02/VII/2004
    4. Nomor: 866/Kanwil/TU/Kp.01.02/VII/2004.

  27. Penutup surat resmi yang benar adalah…
    1. Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian serta kerjasamannya kami haturkan terima kasih.
    2. Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian serta kerja samanya kami ucapkan terimakasih.
    3. Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian serta kerja sama Saudara kami ucapkan terima kasih.
    4. Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian Saudara kami ucapkan terimakasih.

  28. Semua kata bergaris bawah pada kalimat di bawah ini penulisannya benar, kecuali…
    1. Sebaiknya Saudara tidak merubah ketentuan tersebut secara sepihak.
    2. Kami sudah berani memfokuskan perhatian kami pada masalah itu.
    3. Karyawan yang tidak menaati peraturan sebaiknya ditindak.
    4. Karyawan yang terampil merupakan asset perusahaan.

  29. Bahasa surat harus efektif, artinya bahwa bahasa surat harus memenuhi persyaratan berikut ini, kecuali…
    1. Sederhana/wajar
    2. Ringkas
    3. Imajinatif
    4. Sopan

  30. Contoh kalimat yang ringkas…
    1. Usulan Saudara sudah mendapat persetujuan dari atasan.
    2. Kami harap saudara tetap mengawasi pengerjaan bangunan itu.
    3. Mesin yang rusak itu sedang diadakan perbaikan.
    4. Saudara diminta untuk memberikan balasan secepatnya.

 

Sekian dulu ya 30 Bank Soal TIU SKD : Bahasa Indonesia, silahkan lihat bagian lainnya ya.
Terimakasih 🙂

Itulah tadi informasi dari daftar poker online terpercaya mengenai 30 Bank Soal TIU SKD : Bahasa Indonesia oleh - sejarahnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website sejarahnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 2) oleh - sejarahnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 2)

 

  1. Pada masa penjajahan, Belanda melaksanakan Tanam Paksa, penderitaan rakyat di kabupaten Lebak telah dituliskan dalam buku yang berjudul …
    1. Habis Gelap Terbitlah Terang
    2. The History of Java
    3. Max Havelaar
    4. Pemberontakan Petani Banten
    5. Laporan dari Banaran

  2. Alasan utama sultan Khairun menentang Portugis di Ternate adalah untuk menolak …
    1. Kehadiran para Misionaris
    2. Monopoli perdagangan Portugis
    3. Campur tangan masalah intern kesultanan
    4. Sikap angkuh dan kasar orang portugis
    5. Penghimpunan kekuatan di Maluku

  3. Pada abad 19 sampai dengan awal abad 20 raja-raja di Bali memiliki hal untuk merampas kapal- kapal yang terdampar di wilayahnya. Hak itu disebut dengan hak …
    1. Perampasan
    2. Tawan Karang
    3. Tawan Kapal
    4. Tawan Lebam
    5. Tawan Benda

  1. Usaha pemerintah kolonial mempersatukan nusantara di bawah kekuasaannya, disebut dengan …
    1. Lex Nederlainder
    2. Pax Netherlica
    3. Ing Wandervoch
    4. Agregaith Wer
    5. Trias Politica

  2. Penyebab utama yang mendorong bangsa Belanda dating ke Indonesia adalah …
    1. Di tutupnya konstantinopel oleh kesultanan Turki
    2. Semangat Reconquesta pada abad XIV di Eropa
    3. Melanjutkan Perang Salib
    4. Ditaklukannya banteng Granada di Spanyol
    5. Pelarangan pembelian rempah-rempah di Lisabon

  3. Meningkatnya kegiatan politik Perhimpunan Indonesia setelah tahun 1925, mengakibatkan …
    1. Suwardi Suryadiningrat diasingkan ke Belanda
    2. Ali Sostroamijoyo dan 3 orang lainnya ditangkap dan diadili di Den Haag
    3. Pemberontakan komunis tahun 1926
    4. Hatta ditangkap Belanda tahun 1927
    5. Sukarno dan 3 orang lainnya diadili di Bandung

  4. Tokoh-tokoh Marxis di Indonesia pada awal abad ke-20 yang menyebabkan pengaruh komunisme adalah…
    1. Idenburg dan Dwidjosewojo
    2. Douwis Dekker dan Tciptomangoenkusumo
    3. Van den Bosch dan Multatuli
    4. De Koch dan Sutomo
    5. J.F F. Sneevliet dan Semaoun

  5. Indonesische Vereenigning yang lahir tahun 1908 diluar tanah air merupakan suatu manifensto politik Indonesia, yang mengandung arti …
    1. Semangat juang yang dipengaruhi pemikiran barat
    2. Semangat juang yang menggelora yang lahir di Eropa
    3. Organisasi mahasiswa Indonesia yang lahir di Eropa
    4. Organisasi politik pertama yang lahir di negeri penjajah
    5. Organisasi mahasiswa yang didukung oleh cendikiawan Belanda

  6. Sumpah pemuda merupakan suatu aktualisasi integrasi kebangsaan karena …
    1. Menolak Regionalisme
    2. Anti kolonialisme dan imperialisme
    3. Mendukung chauvinism dan ultranasionalisme
    4. Menggalang nasionalisme
    5. Menjauhkan diskriminasi ras

  7. Pada tahun 1930 organisasi-organisasi pemuda bergabung meleburkan diri menjadi …
    1. Indonesia Muda
    2. Perhimpunan Pelajar Indonesia
    3. Persatuan Pemuda Indonesia
    4. Indonesia Baru
    5. Perhimpunan Indonesia

 

Sekian dulu ya Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 2), silahkan lihat bagian lainnya ya.
Terimakasih 🙂

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 2) oleh - sejarahnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website sejarahnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 1) oleh - sejarahnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 1)

 

  1. Setelah Indonesia merdeka, sekutu datang lagi ke Indonesia dan mendarat di Surabaya dibawah pimpinan…
    1. Mayjen Mansergh
    2. Sir Phillips Cristison
    3. Pieter Keyser
    4. Brigjen AWS Mallaby
    5. Brigjen Bethel

  2. Pertempuran di Surabaya setelah Indonesia merdeka pada tanggal 9 November 1945, dari pihak Belanda dipimpin oleh…
    1. Mayjen Mansergh
    2. Sir Phillips Cristison
    3. Pieter Keyser
    4. Brigjen AWS Mallaby
    5. Brigjen Bethel

  3. Dibawah ini merupakan candi yang bercorak Buddha, kecuali…
    1. Candi Mendut
    2. Candi Lumbung
    3. Candi Jago
    4. Candi Sukuh
    5. Candi Muara Talus

  4. Terdapat tiga teori persebaran agama Hindu di Indonesia, siapakah yang mengemukakan teori ksatria?
    1. J Krom
    2. L Moens
    3. Van Leur
    4. Ritsochet K
    5. D.K Bosch

  5. Gelar berikut ini dipakai penguasa kerajaan Mataran Kuno, kecuali …
    1. Sima
    2. PU
    3. Rakai
    4. Dyah
    5. Abhiseka

  6. Prasasti Telaga Batu ditemukan pada kerajaan …
    1. Kutai
    2. Taruma Negara
    3. Sriwijaya
    4. Demak
    5. Majapahit

  1. Raja Jawa yang pernah mengirim suatu ekspedisi ke Jambi adalah …
    1. Dharmawangsa
    2. Kertanegara
    3. Hayam Wuruk
    4. Raden Wijaya
    5. Jayabaya

  2. Karya sastra ciptaan Mpu Prapanca adalah …
    1. Babad Blambangan
    2. Sutasoma
    3. Arjuna Wiwaha
    4. Babad Tanah Jawi
    5. Negara Kertagama

  3. Sistem sewa tanah yang diperkenalkan oleh Raffles selama berkuasa di Indonesia, dimaksudkan untuk …
    1. Memberi kekuasaan penguasa dalam pemerintah
    2. Merangsang rakyat Indonesia untuk giat bekerja
    3. Mengambil pajak melalui barang
    4. Mengurangi kekuasaan bupati
    5. Mempermudah pengaturan pembayaran pajak

  4. Sebab-sebab kemunduran VOC, sehingga pada tanggal 31 Desember 1799 dibubarkan merupakan hal-hal dibawah ini, kecuali …
    1. Korupsi
    2. Hutang
    3. Adanya saingan dagang organisasi dagang yang lain
    4. Kebakaran Pabrik
    5. Pegawai yang sudah tak layak kerja

 

Sekian dulu ya Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 1), silahkan lihat bagian lainnya ya.
Terimakasih 🙂

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Bank Soal TWK SKD : Sejarah â€" Jaman Kerajaan dan Penjajahan (Bagian 1) oleh - sejarahnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website sejarahnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Materi TWK SKD : Konstitusi dan UUD 1945 oleh - sejarahnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

A. Konstitusi

 

1. Pengertian Konstitusi

  1. Pengertian secara etimologis (bahasa)
    • Inggris : constitution yang punya makna lebih luas dari UUD
    • Latin : constituere yang berarti membuat sesuatu agar berdiri/mendirikan
    • Perancis : constituer yang berarti membentuk
    • Hukum Islam : dustus yang berarti kumpulan faedah yang mengatur masyarakat
    • Indonesia : konstitusi â†' UUD
  2. Pengertian konstitusi secara terminologis adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat negara.
  3. Berlakunya konstitusi sebagai hukum dasar didasarkan atas kekuasaan tertinggi atau prinsip kedaulatan yang dianut dalam suatu Jika negara menganut paham kedaulatan rakyat (demokratis), sumber legitimasi konstitusi adalah rakyat. Jika yang berlaku adalah paham kedaulatan raja, raja yang menentukan berlaku tidaknya suatu konstitusi.
  4. Suatu konstitusi yang digolongkan sebagai konstitusi demokratis haruslah memiliki prinsip- prinsip dasar demokrasi itu sendiri, yaitu:
    • Menempatkan warga negara sebagai sumber utama kedaulatan.
    • Mayoritas berkuasa dan terjaminnya hak minoritas.
    • Pembatasan pemerintahan.
    • Pembatasan dan pemisahan kekuasaan negara yang meliputi:
      • Pemisahan wewenang kekuasaan berdasarkan trias politika.
      • Kontrol dan keseimbangan lembaga-lembaga pemerintahan.
      • Proses hukum.
      • Adanya pemilihan umum sebagai mekanisme peralihan kekuasaan.
  5. Adapun syarat terjadinya konstitusi
    • Adanya perlindungan atas asas demokrasi.
    • Adanya kedaulatan rakyat.
    • Adanya hukum yang adil.

 

  •  

2. Urgensi dan Tujuan Konstitusi

Urgensi â†' Eksistensi konstitusi dalam suatu negara merupakan suatu keniscayaan  karena  dengan adanya konstitusi akan tercipta pembatasan kekuasaan melalui pembagian wewenang dan kekuasaan dalam menjalankan negara.

Tujuan konstitusi:

  1. Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak sewenang-wenang.
  2. Melindungi
  3. Sebagai pedoman penyelenggaraan

 

3. Nilai konstitusi

  1. Nilai normatif
    Suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat.
  2. Nilai nominal
    Suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku, tetapi tidak sempurna. (beberapa pasal tertentu tidak berlaku bagi seluruh wilayah negara).
  3. Nilai semantik
    Suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja, konstitusi digunakan sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik.

 

4. Macam-macam Konstitusi

  1. Menurut CF. Strong
    • Konstitusi tertulis
      Aturan-aturan pokok dasar negara, bangunan negara dan tata negara, demikian juga aturan dasar lainnya yang mengatur perikehidupan suatu bangsa di dalam persekutuan hukum negara. Contoh: Indonesia â†' UUD 1945.
    • Konstitusi tidak tertulis
      berupa kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul. Adapun syarat-syarat konvensi adalah:
      • Diakui dan dipergunakan berulang â€" ulang dalam praktik penyelenggaraan
      • Tidak bertentangan dengan
      • Memperhatikan pelaksanaan UUD. Ct: Inggris à konstitusi berdasarkan yurisprudensi.
  2. Macam-macam konstitusi secara teoritis
    • Konstitusi politik
      Berisi tentang norma-norma dalam penyelenggaraan negara, hubungan rakyat dengan pemerintah, hubunngan antarlembaga negara.
    • Konstitusi sosial
      Konstitusi yang mengandung cita-cita sosial bangsa, rumusan filosofis negara, sistem sosial, sistem ekonomi, dan sistem politik yang ingin dikembangkan bangsa itu.
  3. Macam-macam konstitusi berdasarkan sifatnya
    • Fleksibel/luwes
      Konstitusi/UUD memungkinkan untuk berubah sesuai dengan perkembangan.
    • Rigid/kaku
      Konstitusi/UUD sulit untuk diubah.

 

5.  Unsur/substansi konstitusi

 

Menurut Sri Sumantri

Menurut Mariam Budiarjo

Koerniatmanto Soetopawiro

  • Jaminan terhadap HAM dan warga negara.
  • Susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental.
  • Pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan.
  • Adanya organisasi negara HAM.
  • Adanya prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum.
  • Adanya cara perubahan konstitusi.
  • Pernyataan ideologis
  • Pembagian kekuasaan
  • Jaminan HAM
  • Perubahan & Larangan Perubahan Konstitusi

 

6. Kedudukan Konstitusi

  1. Adapun kedudukan konstitusi adalah:
    • Sebagai hukum dasar
    • Sebagai hukum tertinggi
    • Dengan adanya UUD baik penguasa dapat mengetahui aturan/ketentuan pokok mendasar mengenai ketatanegaraan.
  2. Keterkaitan konstitusi dengan UUD 1945
    • Dari segi bentuknya
      • Konstitusi : tertulis dan tidak tertulis
      • UUD : tertulis
    • Dari segi sifatnya
      UUD memiliki sifat mengikat oleh karenanya makin elastik sifatnya aturan itu makin baik, konstitusi menyangkut cara suatu pemeritahan diselenggarakan.
  3. Paham konstitusionalisme
    Paham yang mengatur prinsip pembatasan kekuasaan. Konstitusionalisme mengatur dua hubungan yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu:
    • Hubungan antara pemerintahan dengan warga
    • Hubungan antara lembaga pemerintahan yang satu dengan lembaga pemerintahan yang lain.
    Karena itu, biasanya isi konstitusi dimaksudkan untuk mengatur tiga hal penting, yaitu:
    • Menentukan pembatasan kekuasaan organ-organ
    • Mengatur hubungan antara lembaga-lembaga negara yang satu dengan yang
    • Mengatur hubungan kekuasaan antara lembaga-lembaga negara dengan warga

 

7. Perubahan konstitusi/UUD 1945

Dalam sistem ketatanegaraan modern, ada dua sistem yang berkembang yaitu:

  1. Renewal (pembaharuan) â†' dianut di negara-negara Eropa Kontinental (Belanda & Jerman)
    • Perubahan konstitusi secara keseluruhan sehingga yang diberlakukan adalah konstitusi yang baru secara keseluruhan.
  2. Amandemen (perubahan) â†' dianut di negara-negara Anglo-Saxon (Indonesia & AS)
    • Apabila suatu konstitusi diubah, maka konstitusi yang asli tetap berlaku. Dengan kata lain hasil amandemen tersebut merupakan bagian atau lampiran yang menyertai konstitusi awal.

Prosedur perubahan konstitusi menurut C.F. Strong:

  1. Perubahan konstitusi yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan legislatif, tetapi menurut pembatasan-pembatasan tertentu.
  2. Perubahan konstitusi yang dilakukan oleh rakyat melalui suatu referendum.
  3. Perubahan konstitusi (di negara serikat) yang dilakukan oleh sejumlah negara bagian.
  4. Perubahan konstitusi yang dilakukan dalam suatu konvensi atau dilakukan oleh suatu lembaga negara khusus yang dibentuk hanya untuk keperluan perubahan.

 

8. Sejarah Lahirnya Konstitusi RI

  1. Latar Belakang
    • Janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.
    • Negara yang merdeka harus mempunyai konstitusi.
    • Sehingga dibentuklah BPUPKI pada tanggal 1 Maret 1945 oleh Jepang.
  2. Perumusan UUD oleh BPUPKI
    • UUD dirancang dan dibahas oleh BPUPKI pada tanggal 29 Mei s.d. 16 Juni 1945.
    • Dibentuk tim khusus untuk menyusun konstitusi yang disebut UUD 1945.
  3. Penetapan UUD oleh PPKI
    Pada tanggal 18 Agustus 1945, sidang pertama PPKI, UUD 1945 ditetapkan sebagai konstitusi Republik Indonesia.

 

 

B. UUD 1945

 

1. Pendahuluan

UUD sebagai konstitusi tertulis merupakan dokumen formal yang berisikan:

  1. Hasil perjuangan politik bangsa di waktu yang lampau.
  2. Tingkat-tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa.
  3. Pandangan tokoh-tokoh bangsa yang hendak diwujudkan baik untuk waktu sekarang maupun untuk waktu yang akan datang.
  4. Suatu keinginan, di mana perkembangan kehidupan ketatanegaraan bangsa hendak dipimpin.
 

2. Perkembangan UUD 1945

 

Periode

Keterangan

UUD 1945
(18/8/1945 â€" 27/12/1949)

UUD 1945 ditetapkan sebagai konstitusi RI oleh PPKI. Namun, dalam kurun waktu tersebut UUD 1945 tidak dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sibuk mempertahankan kemerdekaannya.

Konstitusi RIS (27/12/1949 â€" 17/8/1950)

Sebagai akibat bergabungnya Indonesia ke dalam uni Indonesia-Belanda dan sistem    pemerintahannya berubah menjadi parlementer.

UUD Sementara (17/10/1950 â€" 5/7/1959)

Negara RIS bubar. Indonesia menganut sistem demokrasi liberal. Namun, konstitusi ini tidak berlangsung lama karena tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

UUD 1945 Pra-Orba

(5/7/1959 â€" 1966)

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 memberlakukan kembali UUD 1945 dan membubarkan konstituante. Namun, terdapat penyimpangan dalam pelaksanaannya yaitu: presiden mengangkat ketua lembaga leislatif (MPRS) dan yudikatif (MA) dan MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup.

UUD Orba (1966 â€" 1999)

Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen. MPR tidak akan mengubah UUD 1945 dan jika ingin diuabah harus disetujui melalui referendum (TAP MPR No. IV/MPR 1983).

UUD Amandemen (1999 â€" 2002)

Salah satu tuntutan reformasi adalah dengan mengamandemen UUD 1945. Tujuannya yaitu untuk menyempurnakan aturan dasar seperti tata negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian eksistensi demokrasi dan negara hukum.

 

 

3. Perbandingan UUD 1945 Sebelum dan Sesudah Amandemen

 

Penetapan

Tanggal Pengesahan

Pasal yang Diamandemen

Dimunculkan/diubah

Dihapus

Sidang Umum MPR (14 â€" 21 Oktober 1999)

19/10/1999

5, 7, 9, 13, 14, 15, 17, 20, 21

 

Sidang Tahunan MPR (7 â€" 18 Agustus 2000)

18/08/2000

18, 18A, 18B, 19, 20A, 22A, 22B, 25,26, 27, 28A s.d. 28J, 30, 36

 

Sidang Tahunan MPR (1 â€" 9 November 2001)

09/11/2001

1, 3, 6, 6A, 7A, 7B, 7C, 8, 11, 17, 22C, 22D, 22E, 23, 23A, 23B, 23C, 23E, 23F, 23G, 24, 24A, 24B, 24C

 

Sidang Tahunan MPR (1 â€" 11 Agustus 2002)

11/08/2002

2, 6, 8, 11, 16, 23, 24, 25A, 31, 32, 33, 34, 37, Aturan Peralihan, Aturan Tambahan

BAB IV

 

 

Sebelum Amandemen

Setelah Amandemen

Batang Tubuh, terdiri atas

  • 16 Bab
  • 37 Pasal
  • 65 Ayat
  • 4 Pasal Aturan Peralihan
  • 2 Ayat Aturan Tambahan

(Istilah Batang Tubuh Diganti Menjadi Pasal-Pasal)

Pasal-Pasal, terdiri atas:

  • 20 Bab
  • 73 Pasal
  • 194 Ayat
  • 3 Pasal Aturan Peralihan
  • 2 Pasal Aturan Tambahan

Ada Penjelasan

Penjelasan Dihilangkan

 

 

 4. Bab-bab dalam UUD 1945 Amandemen

Secara garis besar, UUD 1945 dibagi menjadi 3 bahasan yaitu:

  1. Hal bentuk negara
  2. Hal lembaga negara
  3. Hal warga negara

 

BAB

Tentang

Pasal-Pasal

I

Bentuk dan Kedaulatan Negara

1

II

Majelis Permusyawaratan Rakyat

2, 3

III

Kekuasaan Pemerintahan Negara

4, 5, 6, 6A, 7, 7A, 7B, 7C, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16

IV

DPA (dihapus)

 

V

Kementerian Negara

17

VI

Pemerintahan Daerah

18, 18A, 18B

VII

Dewan Perwakilan Rakyat

19, 20, 20A, 21, 22, 22A, 22B

VII A

Dewab Perwakilan Daerah

22C, 22D,

VII B

Pemilihan Umum

22E

VIII

Keuangan

23, 23A, 23B, 23C, 23D

VIII A

Badan Pemeriksa Keuangan

23E, 23F, 23G

IX

Kekuasaan Kehakiman

24, 24A, 24B, 24C, 25

IX A

Wilayah Negara

25A

X

Warga Negara dan Penduduk

26, 27, 28

X A

Hak Asasi Manusia

28A, 28B, 28C, 28D, 28E, 28F, 28G, 28H, 28I, 28J

XI

Agama

29

XII

Pertahanan dan Keamanan Negara

30

XIII

Pendidikan dan Kebudayaan

31, 32

XIV

Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial

33, 34

XV

Bendera, Bahasa, Lambang dan Lagu Kebangsaan

35, 36, 36A, 36B, 36C

XVI

Perubahan Undang-undang Dasar

37

Aturan Peralihan

Pasal I, II, dan III

Aturan Tambahan

Pasal I dan II

 

 

5. Pokok Pikiran UUD 1945 sesuai TAP MPRS No. XX/MPRS/1966

 

Pertama

Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia berdasar asas persatuan dan kesatuan (Sila ke-3)

Kedua

Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Sila ke-5)

Ketiga

Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan (Sila ke-4)

Keempat

Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanuasiaan yang adil dan beradab. (Sila ke-1 dan ke-2)

Itulah tadi informasi mengenai Materi TWK SKD : Konstitusi dan UUD 1945 oleh - sejarahnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website sejarahnusantara.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Rangkuman Materi SKD TWK : Nasionalisme oleh - sejarahnusantara.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Rangkuman Nasionalisme â€" Salah satu materi pokok TWK yang diujikan dalam SKD adalah Nasionalisme. Sebagai ASN, kita dituntut memiliki pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan Nasionalisme dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi didalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya bahasan mengenai Nasionalisme ini sangat luas. Sehingga akan saya bagi kedalam beberapa artikel. Pada artikel ini kita akan mempelajari pengertian dasar nasionalisme, sehingga diharapkan kita mampu mengerti makna Nasionalisme dan mengimplementasikannya.

materi twk nasionalisme

Apa itu Nasionalisme

Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya.

Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan negara lain.

Nasionalisme berlebihan?

Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain.

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Keadaan seperti ini sering disebut chauvinisme. Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

Nasionalisme Pancasila

Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:

  • menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan
  • menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara
  • bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri
  • mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa
  • menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia
  • mengembangkan sikap tenggang rasa.

Rasa Kebangsaan

Rasa kebangsaan adalah kesadaran berbangsa, yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini.

Dinamisasi rasa kebangsaan ini dalam mencapai cita-cita bangsa berkembang menjadi wawasan kebangsaan, yakni pikiran-pikiran yang bersifat nasional dimana suatu bangsa memiliki cita-cita kehidupan dan tujuan nasional yang jelas. Berdasarkan rasa dan paham kebangsaan itu, timbul semangat kebangsaan atau semangat patriotisme.

Wawasan Kebangsaan

Wawasan kebangsaan mengandung pula tuntutan suatu bangsa untuk mewujudkan jati diri, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai-nilai budayanya, yang lahir dan tumbuh sebagai penjelmaan kepribadiannya.

Wawasan kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungan nusantara itu.

Unsur-unsur dasar wawasan kebangsaan itu ialah: wadah (organisasi), isi, dan tata laku. Dari wadah dan isi wawasan itu, tampak adanya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang: Satu kesatuan bangsa, satu kesatuan budaya, satu kesatuan wilayah, satu kesatuan ekonomi, dan satu kesatuan hankam.

Bagaimana sikap ASN terhadap Nasionalisme?

Setiap pegawai ASN harus memiliki nasional- isme dan wawasan kebangsaan yang kuat dan mampu mengaktualisasikannya dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan pemersatu bangsa berlandaskan Pancasila dan UUD tahun 1945.

Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bahkan tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting.

Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara. Pegawai ASN akan berpikir tidak lagi sektoral dangan mental blocknya, tetapi akan senantiasa mementingkan kepentingan yang lebih besar yakni bangsa dan negara.

Nilai-nilai yang senantiasa berorientasi pada kepentingan publik (kepublikan) mejadi nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Untuk itu pegawai ASN harus memahami dan mampu mengaktualisasikan Pancasila dan semangat nasionalisme serta wawasan kebangsaan dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugasnya, sesuai bidangnya masing-masing.

Sebagai pelaksana kebijakan publik tentu setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai kepublikan, berorientasi pada kepentingan publik dan senantiasa menempatkan kepentingan publik, bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya, mengedepankan kepentingan nasional ketimbang kepentingan sektoral dan golongan. Untuk itu pegawai ASN harus memiliki karakter kepublikan yang kuat dan mampu mengaktualisasikannya dalam setiap langkah-langkah pelaksanaan kebijakan publik.

Sebagai pelayan publik, setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka harus bersikap profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan.

Tidak boleh mengejar keuntungan pribadi atau instansinya belaka, tetapi pelayanan harus diberikan dengan maksud memperdayakan masyarakat, menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Untuk itu integritas menjadi penting bagi setiap pegawai ASN. Senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, tidak korupsi, transparan, akuntabel, dan memuaskan publik.

Adapun fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa dan negara, setiap pegawai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, memiliki kesadaran sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi pemersatu bangsa mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI.

Sekian pembahasan dasar materi TWK Nasionalisme. Setelah mengerti apa itu Nasionalisme, berikutnya Anda perlu mempelajari materi lanjutan. Anda juga bisa mengerjakan soal-soal latihan Nasionalisme yang sudah kami sediakan.

Terimakasih

Itulah tadi informasi mengenai Rangkuman Materi SKD TWK : Nasionalisme oleh - sejarahnusantara.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahnusantara.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.